KTSP

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perjalanan panjang kajian kurikulum yang terus dilakukan pemerintah telah membawa berbagai perubahan yang berkesinambungan terkait dengan kurikulum yang diberlakukan di persekolahan. Perbaikan yang dilakukan diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan yang selama ini dirasakan untuk semakin memajukan Sistem Pendidikan Nasional.
SMA Negeri 1 Ciwaru sebagai sekolah yang senantiasa terus beradaptasi mengikuti perkembangan kurikulum yang berlaku telah melaksanakan uji coba “Kurikulum 2004” atau Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) secara bertahap mulai tahun pelajaran 2004/2005, sehingga pada tahun pelajaran 2006/2007 KBK telah dilaksanakan secara menyeluruh di kelas X, XI dan XII. Merespon Permendiknas Nomor 24 tahun 2006 pasal 2 (3), tim pengembang Kurikulum SMA Negeri 1 Ciwaru mengembangkan kurikulum SMA Negeri 1 Ciwaru yang mengacu pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, serta berpedoman pada Panduan Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan yang dikeluarkan oleh BSNP. Kurikulum ini mulai dilaksanakan tahun pelajaran 2006/2007 di SMA Negeri 1 Ciwaru kelas X.

Sedangkan pada tahun pelajaran 2007/2008, SMA Negeri 1 Ciwaru melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk kelas X dan XI, sedangkan kelas XII masih menggunakan Kurikulum 2004 atau Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).
Pada tahun pelajaran 2008/2009, SMA Negeri 1 Ciwaru melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) untuk seluruh kelas, baik kelas X, XI dan XII. Begitu pula pada tahun pelajaran 2009/2010.
Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan SMA Negeri 1 Ciwaru dapat tercapai apabila proses pembelajaran mampu membentuk pola prilaku peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan, serta dapat dievaluasi melalui pengukuran dengan menggunakan tes dan non tes. Proses pembelajaran akan efektif apabila dilakukan melalui persiapan yang matang dan terencana dengan baik supaya dapat memenuhi:
1. Kesiapan peserta didik untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi
2. Kesiapan peserta didik untuk hidup mandiri melakukan wira usaha
3. Kesiapan peserta didik dalam menghadapi perkembangan dunia global
Sebagai sekolah yang berlokasi di lingkungan budaya sunda, serta lingkungan muslim dan peserta didik pada umumnya berasal dari keluarga golongan ekonomi menengah ke bawah, maka Bahasa Sunda dan Bahasa Arab merupakan prioritas SMA Negeri 1 Ciwaru untuk memberikan bekal agar peserta didik dapat hidup mandiri.
Selain itu Pendidikan Lingkungan Hidup juga diberikan untuk menunjang program Pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten Kuningan. Namun demikian sesuai dengan tujuan pendidikan menengah yaitu mempersiapkan peserta didik untuk hidup mandiri dan melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi maka SMA Negeri 1 Ciwaru tetap melaksanakan pembinaan dan pemantapan terhadap peserta didik yang bercita-cita melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi Ujian Nasional dan melanjutkan ke perguruan tinggi dilaksanakan melalui program pemantapan dan bekerjasama dengan bimbingan belajar.

B. Tujuan Pengembangan KTSP SMAN 1 Ciwaru
Tujuan Pendidikan Menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan, untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Untuk sampai kepada tujuan di atas setiap satuan pendidikan sebagai ujung tombak dalam pencapaiannya harus memiliki perangkat kurikulum yang baik. Terkait dengan itu SMA Negeri 1 Ciwaru berupaya menyusun KTSP sebagai acuan dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan.

C. Prinsip Pengembangan KTSP SMAN 1 Ciwaru
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
2. Beragam dan terpadu, yakni memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, tidak diskriminatif dan disusun dalam keterkaitan dan berkesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi yang ada didalamnya.
3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
4. Relevan dengan kebutuhan, yakni membekali peserta didik agar punya kemampuan beradaptasi dan mampu hidup secara baik di masyarakatnya.
5. Menyeluruh dan berkesinambungan, yakni mencakup keseluruhan dimensi kompetensi dan berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.
6. Belajar sepanjang hayat, yaitu diarahkan kepada proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik agar mampu dan mau belajar yang berlangsung sepanjang hayat.
7. Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah.

BAB II
VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH

A. Tujuan Pendidikan Dasar/Menengah
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 Ayat 2 menyebutkan bahwa “ Pendidikan Nasional ……………., bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara demokratis serta bertanggung jawab”.
Lebih lanjut diuraikan dalam peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005, dengan mengacu kepada berbagai pasal yang mengarah kepada tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan bisa disimpulkan bahwa Tujuan Tendidikan Menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta kemampuan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

B. Visi SMA Negeri 1 Ciwaru
“MEWUJUDKAN PRODUK LULUSAN YANG BERKUALITAS SESUAI TUNTUTAN MASA DEPAN”

C. Misi SMA Negeri 1 Ciwaru
“TERCIPTANYA WIYATA MANDALA YANG BERNUANSA KREATIF, EFEKTIF, PRODUKTIF, DAN KOGNITIF YANG DILANDASI IMAN DAN TAKWA”
Langkah yang ditempuh yaitu dengan :
a. Meningkatkan motivasi belajar siswa
b. Meningkatkan profesionalisme ketenagaan
c. Mendidik siswa kreatif, inovatif, produktif yang berkualitas Iman dan Takwa
d. Meningkatkan efektivitas pelayanan, kemasan dan produk yang mempunyai jiwa percaya diri dari kemandirian
e. Meningkatkan kordinasi dengan unsur terkait
f. Menciptakan sekolah yang kondusif untuk mewujudkan belajar mengajar yang efektif dan efisien

D. Tujuan SMA Negeri 1 Ciwaru
Secara inplisit tujuan SMA Negeri 1 Ciwaru adalah sebagai berikut :
1. Pemenuhan Standar Isi dan SKL
a. Penyusunan pengaturan beban belajar permata pelajaran melalui identifikasi SK/KD untuk menentukan pembelajaran tatap muka, kegiata terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.

b. Penyempurnaan silabus dari pengembangan RPP yang berpedoman pada standar kompetensi, metode dan penilaian.
c. Mengembangkan kurikulum muatan lokal dan life skill
2. Pemenuhan Standar Proses
a. Penyusunan RPP dengan memperhatikan prinsip perbedaan individu siswa
b. Pengembangan bahan ajar
c. Pengembangan bahan ajar berbasis ICT / TIK
d. Penyusunan rencana pembelajaran dengan sistem siswa pindah ruang kelas
e. Penyusunan program layanan konsultasi untuk mengakomodasi siswa yang harus menikuti program remedial
f. Penyusunan kegiatan pemanfaatan perpustakaan dalam kegiatan pembelajaran
g. Penyusunan program remedial berkelanjutan
3. Pemenuhan Standar Sarana
a. Penataan suang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang praktek
b. Pengadaan buku referensi untuk guru dan buku penunjang pembelajaran untuk siswa

4. Pemenuhan Standar Pengelolaan
a. Penyusunan pedoman pengelolaan sekolah dengan memperbaiki program kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan
b. Peningkatan pengelolaan sistem informasi manajemen untuk mendukung administrasi pendidikan
5. Pemenuhan Standar Penilaian
a. Analisis hasil daya serap soal Ujian Nasional untuk meningkatkan mutu pembelajaran
b. Pengembangan bahan penilaian untuk kegiatan pembelajaran tatap muka, kegiatan terstruktur pada setiap mata pelajaran
Pengembangan Instrumen Penlaian dan pedoman siswa dengan bentuk dan teknik penilaian serta memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.

BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Mata Pelajaran
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 6 ayat 1 menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan dan khusus jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas :
1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan teknologi
3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
4. Kelompok mata pelajaran estetika
5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

Struktur Kurikulum dan Beban Belajar SMA
1. Struktur Kurikulum SMA
Struktur Kurikulum SMA meliputi subtansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jejang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas X sampai dengan kelas XII. Stuktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran.
Pengorganisasian kelas-kelas pada SMA dibagi kedalam dua kelompok, yaitu :

• Kelas X merupakan program diikuti oleh seluruh peserta didik; dan
• Kelas XI dan XII merupakan program penjurusan yang terdiri atas tiga program :
1. Program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
2. Program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
3. Program Bahasa
Untuk SMA Negeri I Ciwaru terdiri dari 2 (dua) program penjurusan yaitu program IPA dan IPS.
a. Kurikulum SMA Kelas X
1) Kurikulum SMA kelas X terdiri dari 16 mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang materinya tidak dapat dikelompokan kedalam mata pelajaran yang ada. Subtansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat dan minat peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri dipasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.
Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar dan pengembangan karir peserta didik.
2) Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pelajaran per minggu secara keseluruhan.
3) Alokasi waktu jam pembelajaran adalah 45 menit
4) Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.
Tabel.1 Struktur Kurikulum SMA Kelas X
Komponen Alokasi Waktu
Semester 1 Semester 2
A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama 3 3
2. Pendidikan Kewarganegaraan 3 3
3. Bahasa Indonesia 6 6
4. Bahasa Inggris 4 4
5. Matematika 4 4
6. Fisika 4 4
7. Biologi 2 2
8. Kimia 4 4
9. Sejarah 1 1
10. Geografi 2 2
11. Ekonomi 2 2
12. Sosiologi 2 2
13. Seni Budaya 2 2
14. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 4 4
15. Teknologi Informasi dan komunikasi 3 3
16. Keterampilan/ Bahasa Asing 2 2
B. Muatan Lokal 2 2
C. Pengembangan Diri 2*) 2*)
Jumlah 49 49
2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran

B. Muatan Lokal
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.

C. Pengembangan Diri
Pengembangan diri merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru, pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar dan pengembangan karir peserta didik.
Kegiatan pengembangan Pribadi dan Kreatifitas siswa dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler, yaitu mencakup kegiatan :
• Keagamaan (Rohani Islam)
• Keolahragaan (Foot sal, basket, sepak bola, bola voly)
• Kepemimpinan (LDKS, Paskibra, PMR dan Pramuka)
• Pencinta Alam, Mading.

D. Pengaturan Beban Belajar
• Bebab belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran pada satuan pendidikan menengah (SMA) ditetapkan 45 menit dan,
• Jumlah jam tatap muka per minggu yaitu 49 jam pelajaran
Beban belajar kegiatan tatap muka keseluruhan untuk setiap satuan pendidikan menengah (SMA) adalah sebagaimana tertera pada tabel di bawah ini :
Satuan Pendidikan Kelas Satu jam Pemb.Tatap Muka (Menit) Jumlah Jam Pemb.Per Minggu Minggu Efektif Per-Tahun Pelajaran Waktu Pemb. Per-Tahun Jumlah Jam Per Tahun @ 60 menit
SMA X s/d XII 45 49 Jam 34 – 38 1666-1862 Jam pembelajaran (74.170-83.790 menit) 1236-1336,5

E. Ketuntasan Belajar
No Mata Pelajaran Program IPA Nilai Program IPS Nilai Ket
KOG PSI AFT KOG PSI AFT
1 Pendidikan Agama 70 65 C 70 65 C Rentang Nilai Kualitatif dengan Standar Minimal 50.
85-100 = AB (Amat Baik)
65-84 = B (Baik)
50-64 = C (Cukup)
< 50 = K (Kurang)

Rentang Nilai Kualitatif dengan Standar Minimal 55.
85-100 = AB (Amat Baik)
65-84 = B (Baik)
50-64 = C (Cukup)
< 50 = K (Kurang)

2 Pendidikan Kewarganegaraan 70 60 C 70 60 C
3 Bahasa Indonesia 70 60 C 70 60 C
4 Bahasa Inggris 70 60 C 70 60 C
5 Matematika 70 50 C 70 – C
6 Pendidikan Seni 70 60 C 70 60 C
7 Pendidikan Jasmani 70 65 C 70 65 C
8 Sejarah 70 65 C Rentang Nilai
85-100 = AB (Amat Baik)
75-84 = B (Baik)
60-74 = C (Cukup)
< 60 = K (Kurang)

Rentang Nilai Kualitatif dengan Standar Minimal 50.
85-100 = AB (Amat Baik)
75-84 = B (Baik)
65-74 = C (Cukup)
< 65 = K (Kurang)

Rentang Nilai Kualitatif dengan Standar Minimal 70.
85-100 = AB (Amat Baik)
79-84 = B (Baik)
70-79 = C (Cukup)
< 70 = K (Kurang)
9 Geografi 70 65 -
10 Ekonomi 70 60 C
11 Sosiologi 70 60 C
12 Fisika 70 60 C
13 Kimia 70 60 C
14 Biologi 70 60 C
15 Teknologi Informasi dan Komunikasi 70 60 C 70 60 C
16 Keterampilan 70 60 C 70 60 C
F. Kenaikan Kelas dan Kelulusan
Kenaikan Kelas
1. Dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran
2. Siswa dinyatakan tidak naik ke kelas XI, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal, lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran
3. Siswa dinyatakan tidak naik ke kelas XII, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal, lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang bukan mata pelajaran ciri khas program studi.
Sebagai contoh :
Bagi siswa kelas XI
a. Program studi Ilmu Alam, tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimi, dan Biologi
b. Program studi Ilmu Sosial, tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Sejarah, Geografi, Ekonomi, dan Sosiologi
c. Program studi Bahasa, tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas (kurang) pada mata pelajaran Antropologi, Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Asing lainnya yang menjadi pilihan.

G. Penjurusan
1. Waktu Penjurusan
a. Penentuan penjurusan program studi Ilmu Alam dan Ilmu Sosial dilakukan mulai akhir semester 2 kelas X.
b. Pelaksanaan penjurusan program studi di semester 1 kelas XI.
2. Kriteria penjurusan program studi meliputi :
a. Nilai akademik
Siswa yang naik kelas XI akan mengambil program studi tertentu yaitu : Ilmu Alam, Ilmu Sosial atau Bahasa : boleh memiliki nilai yang tidak kompeten paling banyak 3 (tiga) mata pelajaran yang bukan menjadi ciri khas program studi tersebut (lihat Struktur Kurikulum).
Siswa yang naik ke kelas XI, dan yang bersangkutan mendapat nilai tidak tuntas 3 (tiga) mata pelajaran, maka nilai tersebut harus dijadikan dasar untuk menentukan program studi yang dapat diikuti oleh siswa, contoh :
• Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika, Matematika, dan Sejarah (2 mata pelajaran ciri khas program studi Ilmu Alam dan 1 ciri khas program studi Ilmu Sosial), maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukan ke program studi Bahasa.
• Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika (2 mata pelajaran ciri khas Bahasa dan 1 ciri khas Ilmu Alam), maka siswa tersebut secara
akademik dapat dimasukan ke program studi Ilmu Sosial.
• Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Ekonomi, Sosiologi dan Bahasa Inggris (2 mata pelajaran ciri khas Ilmu Sosial dan 1 ciri khas Bahasa), maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukan ke program studi Ilmu Alam.
• Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika, Ekonomi dan Bahasa dan Sastra Indonesia mencakup semua mata pelajaran yang menjadi ciri khas ketiga program di SMA, maka siswa tesebut :
– Perlu diperhatikan prestasi Pengetahuan dan Pemahaman Konsep, Sikap dan Praktik mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi Ilmu Alam, seperti Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi dibandingkan dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi Ilmu Sosial (Sejarah, Ekonomi, Geografi, Sosiologi) dan dibandingkan dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi Bahsa (Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa Inggris). Perbandingan nilai prestasi siswa dimaksud, dapat dilakukan melalui program remedial dan diakhiri dengan ujian. Apabila nilai dari setiap mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi tertentu adalah nilai prestasi yang lebih unggul dari pada program studi lainnya, maka siswa tersebut dapat dijuruskan ke program studi yang nilai prestasi mata pelajarannya lebih unggul tersebut. Apabila antara minat dan prestasi ketiga aspek tidak cocok / sesuai, wali kelas dengan pertimbangan maka guru Bimbingan dan Konseling dapat memutuskan program studi apa yang dapat dipilih oleh siswa.
– Perlu diperhatikan minat siswa
b. Minat Siswa
Untuk mengetahui minat siswa dapat dilakukan melalui angket/ kuesioner dan wawancara atau cara lain yang dapat digunakan untuk mendeteksi minat, dan bakat.
3. Siswa diberi kesempatan untuk pindah jurusan apabila ia tidak cocok pada program studi semula atau tidak sesuai dengan kemampuan dan kemajuan belajarnya. Sekolah harus memfasilitasi agar siswa dapat mencapai standar kompetensi dasar yang harus dimiliki di kelas baru.
4. Batas waktu untuk pindah program studi ditentukan oleh sekolah paling lambat 1 (satu) bulan.

H. Pendidikan Kecakapan Hidup
Pendidikan kecakapan hidup di SMA Negeri 1 Ciwaru dilaksanakan melalui dua cara yaitu :
1. Pendidikan kecakapan hidup secara umum terintegrasi pada seluruh mata pelajaran
2. Pendidikan kecakapan hidup berupa kecakapan vokasional dilaksanakan dengan cara bekerja sama dengan LPK yang berada di sekitar lingkungan sekolah dan Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kuningan
3. Menyesuaikan dengan kebutuhan kerja atau produksi unggulan daerah diantaranya :
a. Parawisata
b. Pertanian
c. Pembuatan batu bata

I. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
SMA Negeri 1 Ciwaru terletak Desa Linggajaya Kecamatan Ciwaru, untuk membekali peserta didik hidup mandiri dan masuk dunia kerja maka pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dilaksanakan melalui dua cara yaitu :
1. Pembelajaran conversation yang terintegrasi pada mata pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan Bahasa Sunda
2. Bahasa Inggris untuk komunikasi yang bekerjasama dengan lembaga pendidikan

BAB IV
KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan disusun dan disesuaikan setiap tahun oleh sekolah untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran. Pengaturan waktu belajar mengacu kepada standar isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebuttuhan peserta didik dan masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah/ pemerintah daerah.
Pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran adalah sebagai berikut :
A. Awal Tahun Pelajaran
Permulaan tahun pembelajaran dimulai pada hari Senin minggu ketiga bulan Juli.
Hari-hari pertama masuk sekolah berlangsung selama 3 (tiga) hari dengan pengaturan sebagai berikut :
• Kelas X melaksanakan Masa Orientasi Sekolah (MOS)
• Kelas X Tes Kesehatan Jasmani (TKJ)
• Kelas X Masa Orientasi Kepramukaan (MOK)
• Kelas XI-XII Proses Belajar Efektif dengan melakukan sosialisasi program/ Bidang Studi

B. Waktu Belajar
Waktu belajar menggunakan sistem semester, selama satu tahun terdiri dari dua semester (Semester 1) dan (Semester 2)
HARI WAKTU BELAJAR
Senin 07.00 – 14.50
Selasa 07.00 – 14.50
Rabu 07.00 – 14.50
Kamis 07.00 – 14.50
Jum’at 07.00 – 11.10
Sabtu 07.00 – 12.30 (Kegiatan pengembangan diri)

Sesuai dengan keadaan dn kebutuhan sekolah, waktu pembelajaran efektif belajar ditetapkan sebanyak 34 minggu untuk setiap tahun pembelajaran.

C. Kegiatan Tengah Semester
Kegiatan tengah semester direncanakan selama 6 (enam) hari diisi dengan kegiatan Pekan Olah Raga (POR) antar kelas, Petas Seni, dan kegiatn keagamaan (pemahaman Al-Qur’an, kaligrafi)

D. Hari libur sekolah
Hari libur sekolah adalah hari libur yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat (PHBN), Provinsi, Kabupaten/ Kota dan sekolah tidak diadakan proses pembelajaran di sekolah.

Hari libur yang ditetapkan Pemerintah Pusat (PHBN) antara lain :
• Tahun Baru
• Hari Besar Keagamaan
– Tahun Baru Hijriah
– Tahun Baru Imlek
– Hari Raya Nyepi
– Maulud Nabi Muhammad SAW
– Isro Miraj Nabi Muhammad SAW
– Hari Raya Idul Fitri
– Hari Raya Idul Adha
– Hari Raya Nyepi
– Hari Raya Waisak
– Hari Natal
– Hari Kemerdekaan RI
– Kenaikan Isa Al Masih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s